video Terpopuler

Wakapolda kalsel Buka Pertikarada 2016 di Tanbu

125 Jemaah Haji Tanbu Tiba Kembali Di Tanah Air


BANJARBARU - Sebanyak 125 Jemaah Haji asal Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu) tiba dengan selamat di Tanah Air, Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kamis (22/9) malam.

Jemaah Haji Tanbu yang tergabung dengan Jemaah Haji asal Kotabaru di Kloter 6 tiba pada jam 20.00 wita yang selanjutnya Jemaah Haji dibawa ke Debarkasi Haji Banjarmasin di Banjarbaru.

Kedatangan Jemaah Haji Kloter 6 disambut Wakil Bupati H. Sudian Noor, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra HM. Idjra'i, Kepala Kantor Kementerian Agama Tanah Bumbu H. Abdul Basit, dan Kabag Kesra Setda Tanbu Hj. Nooryana.

Setibanya jemaah haji di Debarkasi, Wakil Bupati Tanbu H. Sudian Noor bersama rombongan menyambut dan menyalami seluruh jamaah haji yang baru saja tiba di tanah air dengan suasana bahagia bercampur haru.

Selain menyambut kedatangan jemaah haji, Wabup H. Sudian Noor juga ikut bersama-sama menemani Jemaah Haji saat jamuan makan malam.

"Alhamdulillah Jemaah Haji Tanbu datang dengan selamat malam ini. Semoga datangnya Jemaah Haji ini memberikan keberkahan bagi Kabupaten Tanah Bumbu dan Kalimantan Selatan," ujar Wabup H. Sudian Noor.

Pgs Kakanwil Kemenag Provinsi Kalsel, H. Nor Fahmy, mengucapkan selamat datang di Tanah Air kepada jamaah haji Tanbu dan Kotabaru yang tergabung pada kloter 6.

"Selamat Datang Jemaah Haji Kloter 6 dengan membawa predikat haji yang mabrur", ucap H. Nor Fahmy

Dikatakan H. Nor Fahmy, Total Jemaah kloter 6 yang tiba pada malam hari ini berjumlah sebanyak 299 orang.

"Alhamdulillah Kloter 6 tiba dengan selamat dan tidak ada yang meninggal dunia," sebut Nor Fahmy.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kepada jemaah haji asal Tanah Bumbu, Bagian Kesra Setda Tanbu pada saat menyambut kedatangan jemaah haji menyiapkan fasilitas transportasi Bus dan Truck untuk membawa Jemaah Haji dan barang bawaannya.

Fasilitas transportasi selalu diberikan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu setiap tahunnya baik saat keberangkatan maupun kedatangan jemaah haji sebagai bagian dari memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya jemaah haji.

Adapun total keseluruhan Jemaah Haji asal Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2016 berjumlah 143 orang dengan rincian Kloter 6 sebanyak 125 orang dan Kloter 8 sebanyak 18 orang. Untuk Kloter 8 rencananya akan tiba di Tanah Air (Debarkasi Banjarmasin) Sabtu 24 September 2016.

Penerimaan kedatangan jemaah haji Debarkasi Banjarmasin Kloter 6 dihadiri pula Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Banjarmasin H. Sabilal Rasyad, Kabag Kesra Pemkab Kotabaru, Kepala Bidang Lalu Lintas Keimigrasian Provinsi Kalimantan Selatan, Kepala Kantor Kemenag Kotabaru dan PPIH Debarkasi Banjarmasin. (Rel/wtol).

Tanbu Terima Penghargaan Atas Perolehan audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)



PRESIDEN: PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA HARUS BERORIENTASI PADA HASIL
- Sebanyak 22 Kementerian Negara dan Lembaga serta 15 Pemerintah Daerah memperoleh penghargaan atas perolehan opini WTP selama lima tahun berturut-turut

JAKARTA - Pengelolaan keuangan negara bukan terletak pada masalah teknis akuntansi semata, namun juga masalah nilai-nilai utama yang harus kita pegang dalam keseharian kita sebagai penyelenggara negara. Esensi dari transparansi dan akuntabilitas keuangan negara adalah pertanggungjawaban moral dan konstitusional terhadap rakyat dalam menggunakan uang milik rakyat.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2016 di Istana Negara, Selasa 20 September 2016.

Wakil Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor juga turut hadir dalam acara tersebut. Rakernas dilanjutkan di Gedung Dhanapala, Jakarta, yang dibuka Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan dihadiri oleh sejumlah menteri, ratusan gubernur, bupati, dan walikota se-Indonesia.

Sebelumnya Presiden juga menambahkan, bahwa setiap penggunaan rupiah uang rakyat harus dipastikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan benar-benar dirasakan manfaatnya langsung oleh rakyat.

APBN dan APBD juga harus lebih difokuskan pada belanja-belanja produktif yang mendorong ekonomi rakyat, baik berupa pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan lain sebagainya.

"Oleh sebab itu saya ingin menegaskan komitmen pemerintah untuk mengelola keuangan negara secara efektif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Bukan berorientasi pada prosedur. Prosedurnya mengikuti iya, tapi orientasinya tetap hasil," imbuh Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta seluruh pihak untuk mawas diri. Dalam membuat laporan pertanggungjawaban misalnya, Presiden mempertanyakan apakah yang selama ini sudah sering dan terbiasa dilakukan itu benar adanya. Karena,selama ini Presiden melihat bahwa sekarang ini jajaran pemerintah lebih tersita waktunya hanya untuk membuat laporan pertanggungjawaban saja.

"Saya melihat hampir 60 sampai 70 persen birokrasi kita ini setiap hari mengurusnya SPJ (Surat Pertanggungjawaban). Maaf kalau orientasi kita ke situ menurut saya keliru," tegasnya.

Presiden mencontohkan apa yang dilihatnya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU). Menurutnya, PU itu seharusnya lebih memfokuskan diri untuk turun langsung ke lapangan memeriksa kerusakan jalan, irigasi yang rusak, dan pemeriksaan infrastruktur penunjang lainnya.

"Coba lihat juga di pertanian. Dulu kalau kita lihat setiap pagi ada PPL (pengawas pertanian lapangan) di pematang sawah. Bercengkerama dengan petani, memberikan bimbingan ke petani. Sekarang, lihat di dinas pertanian, lihat di Kementerian Pertanian, semuanya duduk manis di meja di ruangan ber-AC mengurus SPJ," kata Presiden menambahkan.

Untuk itu, Presiden meminta jajarannya agar tidak menghabiskan perhatiannya hanya untuk mengurus laporan pertanggungjawaban.

Presiden mengajak semua pihak untuk berinovasi dalam pembuatan laporan yang sederhana, berorientasi hasil, namun tetap mudah diperiksa dan dipertanggungjawabkan.

"Yang menurut saya harus kita pikirkan ialah bagaimana membuat laporan yang sederhana tapi berorientasi hasil. Mudah diperiksa, mudah dikontrol, dan mudah diawasi. Bukan laporan yang tebal-tebal. Mohon maaf, energi kita jangan habis di SPJ," terangnya.

Dalam Rakernas yang bertajuk "Mewujudkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan" tersebut diberikan pula penghargaan kepada 22 Kementerian Negara dan Lembaga, serta 15 pemerintah daerah yang mampu memperoleh opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima tahun berturut-turut.

Terhadap peraih penghargaan tersebut dan juga seluruh kementerian dan lembaga maupun pemerintah daerah lainnya, Presiden mengingatkan bahwa jajaran pemerintah jangan hanya berhenti pada mengejar predikat opini WTP semata.

Sebab, opini WTP bukan merupakan jaminan bahwa tidak akan ada praktik penyalahgunaan keuangan negara.

"Justru, dengan predikat WTP, kita harus bekerja keras lagi untuk membangun budaya pengelolaan keuangan yang transparan dan lebih akuntabel," tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden kembali berpesan agar segera membangun sistem keuangan yang baik dengan memanfaatkan teknologi informasi. Selain itu, debirokratisasi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia juga diminta untuk mengiringi.

"Sekali lagi, kita harus mulai membangun sistem yang baik dengan mengembangkan digitalisasi dan debirokratisasi. Jangan lupa, kita juga harus membangun manusianya dengan meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan," katanya.(rel/wtol)

Puluhan Pelajar SMAN 1 Angsana Tanam Bibit Transplantasi Karang di Pantai Angsana



BATULICIN  Puluhan pelajar SMAN 1 Angsana, Desa Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu) melaksanakan aksi penanaman bibit transplantasi karang di objek wisata unggulan Pantai Angsana sebagai wujud kepedulian pada lingkungan.
Sebanyak 50 (lima puluh) bibit tranplantasi karang di tanam di Pantai Angsana, Sabtu (17/9/2016) kemarin.
Puluhan semen beton (substrat) sebagai media tranplantasi ditanam dikedalaman 2 sampai 4 meter di Karang Batu Anjir, Pantai Angsana.
Koordinator Penyuluh Perikanan Kab. Tanah Bumbu, Eko Prio Raharjo mengatakan penanaman bibit transplantasi karang yang dilakukan oleh puluhan siswa dan siswi SMAN 1 Angsana tersebut merupakan bagian dari Sekolah Pantai Indonesia (SPI)  dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan.
“SPI merupakan kegiatan dari KKP yang melibatkan pelajar sekolah dalam upaya melestarikan lingkungan,” ujar  Koordinator Penyuluh Perikanan Kab. Tanah Bumbu, Eko Prio Raharjo.
Eko mengatakan, di tahun 2016 sebanyak 10 Provinsi di Indonesia yang melaksanakan SPI. Satu diantaranya yaitu Provinsi Kalimantan Selatan tepatnya di Pantai Angsana Kabupaten Tanah Bumbu.
Dalam  SPI tersebut, dikatakan Eko, ada 50 bibit tranplantasi karang di tanam siswa dan siswi SMAN 1 Angsana di Karang Batu Anjir pada titik koordinat 03° 48.617´ LS dan 115° 36.952´ BT. Mereka menanam bibit transplantasi karang dengan metode lepas dasar.
Selama kegiatan SPI berlangsung, peserta di ajarkan konsep 4 A yaitu Amati, Analisa Data, Ajarkan dan Aksi. 
Pada tahap Amati, puluhan pelajar mengamati kondisi terumbu karang yang ada di Karang Kima dan Batu Anjir.  Pada tahap Analisa Data, setelah data dikumpulkan dan dianalisa, ternyata kondisi karang yang di Batu Anjir sangat perlu untuk dilakukan rehabilitasi.  Kemudian hasil analisa data dan pengamatan di lapangan ini disosialisasikan ke siswa sekolah lainnya hingga masyarakat pesisir setempat.
Pada tahap Ajarkan, mereka memberitahukan kepada khalayak luas bahwa kondisi perlu mendapat perhatian dan aksi nyata sebagai upaya untuk memperbaikinya.  Akhirnya, pada kegiatan Aksi, mereka membuat transplantasi karang dengan metode lepas dasar dengan melibatkan penyuluh perikanan sebagai mitra dan pendampingan sekaligus teknisi di lapangan, juga merangkap sebagai tim rescue. 
Aksi penanaman bibit tranplantasi karang yang dilakukan oleh pelajar SMAN I Angsana dalam kegiatan Sekolah Pantai Indonesia (SPI) melibatkan para pendamping seperti Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Selatan, guru SMAN 1 Angsana, Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Dinas Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), koordinator penyuluh perikanan BP4K, aparat desa, tokoh dan masyarakat sekitar.  
Kabid Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil pada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. H. Winarno, MP mengatakan  setelah selesai kegiatan SPI diharapkan akan ada tindak lanjut dari pihak sekolah dalam upaya melestarikan lingkungan utamanya pada sektor kelautan dan perikanan. Sebab, dengan mencintai laut, para siswa akan bisa berinovasi dan lebih kreatif dalam menyongsong masa depan yang berbasis kelestarian lingkungan.
Hal senada dikatakan, Kabid Kelautan Pesisir Pulau-pulau Kecil dan Pengawasan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Tanah Bumbu, Asparani, S.Pi menyambut baik dengan dilaksanakannya Sekolah Pantai Indonesia sebagai bagian dari upaya melestarikan lingkungan.
Asparani berharap agar kegiatan serupa selain terumbu karang juga dapat dilaksanakan dengan bantuan dana CSR perusahaan.
Kepala Desa Angsana, Sayid Sultan Al Idrus, mengatakan sebagai tuan rumah yang memfasilitasi kegiatan mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menjadikan desa Angsana sebagai tempat untuk pelaksanaan kegiatan dan semua pihak yang ikut membantu hingga suksesnya kegiatan penanaman bibit tranplantasi karang di Pantai Angsana. 
“Kami akan selalu mendukung dan menyambut dengan baik atas segala arahan, bimbingan dan motivasi dari semua pihak demi kemajuan daerah melalui program-program pembangunan ke depan.” Ujarnya. (rel/wtol)

Bupati Buka Kegiatan TMMD ke-97 Desa Tibarau Panjang,Kusan Hulu

Penyampaian 3 Buah raperda 2016

Satpol PP Tanbu Gelar Patroli Malam


BATULICIN –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan menggelar Patroli Malam dalam rangka penertiban penyakit masyarakat.
Patroli malam dipimpin langung oleh Plt. Kasi Operasional dan Penindakan M. Rizki Fadillah, S.Kom dilaksanakan Kamis (15/9/2016) malam dimulai dari jam 20.00 – 00.00 wita tersebut menyisir lokasi eks lokalisasi  Kapis lama, hotel, dan penginapan di wilayah Kecamatan Simpang Empat yang terindikasi adanya aktifitas prostitusi.
Dari hasil patroli malam tersebut, untuk eks lokalisasi kapis lama terdapat dua warung makan namun tidak ditemukan adanya PSK, sedangkan wisma di eks lokalisasi kapis dalam keadaan kosong dan tidak berpenghuni.
Kemudian, Satpol PP Tanbu yang menurunkan sebanyak 13 personil melanjutkan patroli penertiban penyakit masyarakat  ke sejumlah hotel dan penginapan yang terindikasi adanya aktifitas prostitusi. Dari kedua Hotel dan Penginapan tersebut diamankan 4 (empat) pasangan bukan suami isteri,  dan terduga PSK sebanyak 7 (tujuh) orang.
“Di Hotel T  dan Penginapan W kami amankan pasangan bukan suami isteri dan terduga PSK,” sebut M. Rizki Fadillah.
Mereka yang diamankan oleh Satpol PP Tanbu tersebut kemudian dikumpulkan untuk diambil data, di dokumentasikan dan diberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami memberikan arahan agar mereka tidak melakukan perbuatan yang sama, ” ujar M. Rizki.  
Kegiatan patroli malam akan rutin dilakukan oleh Satpol PP Tanbu agar tidak ada lagi aktifitas prostitusi yang dapat meresahkan masyarakat(Rel/wtol)

"SELAMAT ULANG TAHUN KE 35, BUPATI TANAH BUMBU MARDANI H MAMING



BATULICIN – Hari ini, Sabtu 17 September 2016, Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming tepat berusia 35 Tahun. Pria yang masih menjabat bupati selama dua periode ini adalah putera terbaik daerah yang lahir di Batulicin , pusat Ibukota Kabupaten Tanah Bumbu tepatnya pada 17 September 1981 silam. Lahir dari lingkungan keluarga yang sederhana, karier Mardani H Maming terus menuju arah gemilang. Jiwa kepemimpinan Mardani sudah mulai terlihat sejak usia 20 an, berkat teladanan sang ayah (orang tua Mardani) yang saat itu menjabat Kepala Desa di Batulicin. 

Di usianya relative muda, Mardani sempat menjadi Komisaris di perusahaan PT Bina Batulicin Usaha (BBU). Semangatnya yang menggelora turut mendorong keinginan Mardani untuk berbuat lebih banyak membangun tanah kelahiranya dengan menjabat sebagai bupati. Saat duduk sebagai bupati mulai Oktober 2010, tidak sedikit aspirasi masyarakat di daerah yang ditangani oleh Mardani baik dalam hal kebutuhan sarana infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Ketiga bidang kebutuhan dasar masyarakat tersebut akhirnya menjadi konsen utama dan tugas berat pemerintah daerah yang terus ditingkatkan demi terwujudnya masyarakat Tanah Bumbu yang lebih sejahtera. 

Pertama kali dilantik sebagai Bupati Tanah Bumbu, Mardani saat itu tepat berusai 29 tahun. Kondisi itu membuat Mardani sempat menyandang gelar sebagai bupati termuda se-Indonesia. Seluruh program pembangunan, baik menyangkut sarana infrastruktur, pendidikan dan kesehatan semuanya telah dikemas ke dalam program Tri Dharma Pembangunan. Tidak sedikit manfaat yang hingga kini telah dirasakan masyarakat di daerah melalui program tersebut. Dibawah kepemimpinan Mardani H Maming, Kabupaten Tanah Bumbu akhirnya berkembang pesat. Keberhasilan Mardani memimpin Kabupaten Tanah Bumbu mulai periode pertama (2010 – 2015) akhirnya kembali mendapat dukungan masyarakat untuk kembali memimpin daerahnya yang tercinta mulai 2016 hingga 2021. 

Dalam periode kedua ini, Mardani H Maming berkeinginan menjadikan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai kota industry di Kalimantan Selatan sebagaimana Visi-Misinya yang ingin “Terwujudnya Kabupaten Tanah Bumbu Sebagai Poros Maritim Utama Serta Pusat Perdagangan, Industri, dan Pariwisata di Kalimantan Berbasis Pada Keunggulan Lokal dan Potensi Strategis Daerah Menuju Tanah Bumbu Yang Maju, Sejahtera, dan Berintelektual Tinggi”. Setelah menjadi Bupati Tanah Bumbu, karier Mardani semakin meningkat hingga ke kancah Nasional. Ia pun mendapat kepercayaan untuk manjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Periode 2015 – 2020. 

Keberhasilan Mardani H Maming dalam hal mempercepat pembangunan di Kabupaten Tanah Bumbu juga telah membuahkan hasil dengan banyaknya penghargaan yang diterimanya, baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Nasional selama periode 2010 - 2016. Sedikitnya saat ini tercatat ada sekitar 30 lebih jumlah penghargaan yang diperoleh Kabupaten Tanah Bumbu selama dibawah kepemimpinan Mardani H Maming. Diulang tahunya kali ini, bupati mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlibat langsung dalam hal pembangunan daerah sehingga percepatan pembangunan segala bidang dapat segera terwujud. Ucapan terimakasih juga diperuntukan kepada seluruh lembaga dan lapisan masyarakat baik itu instansi dan Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) yang turut memberi selamat dan doa di hari ulang tahun ke-35 ini. (rel/wtol)"

Wabup : Berqurban Adalah Cermin Keimanan



BATULICIN – Wakil Bupati (Wabup) Tanah Bumbu ( Tanbu), H Sudian Noor, mengatakan ibadah Qurban merupakan cerminan nilai keimanan bagi umat Islam yang menjalankanya. Dengan menyembelih hewan Qurban, akan lebih meningkatkan nilai-nilai keikhlasan umat Islam untuk berbagi dengan sesama. 

 Demikian disampaikan Wabup saat memberi sambutan menjelang pelaksanaan sholat IDUL-ADHA 1437 Hijriyah di Masjid Baiturrahim, Kecamatan Simpang Empat, Senin. Wabup menambahkan, tidak sedikit nilai-nilai ibadah berqurban sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim yang patut diteladani sekaligus diterapkan dalam hidup bermasyarakat dan di lingkungan pemerintah. 

 Hakekat berqurban itu sendiri adalah ukuran nilai seberapa besar nilai keikhlasan seseorang untuk tetap bisa berbagi dan berbuat yang lebih baik terhadap sesama. “Khususnya mereka yang saat ini menjalankan ibadah haji. Keikhlasanya untuk berkorban meninggalkan urusan dunia dan lebih mendekatkan diri ke Yang Maha Kuasa patut kita teladani,” tegas wakil bupati. (rel/wtol).

MARDANI H MAMING TERIMA PENGHARGAAN DI BIDANG OLAHRAGA


BANJARMASIN  -  Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (9/9/2016), pagi, di Banjarmasin.

Piagam penghargaan diserahkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor kepada Bupati Mardani H Maming yang di wakilkan ke Sekretaris Daerah (Sekda) H. Said Akhmad pada saat Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas)  Tahun 2016 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan.

Penghargaan diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kepada Bupati Mardani H Maming yang juga Pembina Olahraga Kabupaten Tanah Bumbu atas jasa dan prestasi dibidang olahraga yang memberikan kebanggaan daerah serta mengharumkan nama dan kehormatan warga Kalimantan Selatan. (Relhum).

BPBD Tanbu Bentuk Pos Siaga Bencana di Kecamatan

Disdukcapil Buka Layanan Rekam E-KTP sabtu & Minggu

RSUD Tanbu Tingkatkan Pelayanan


BATULICIN – Pihak Rumah Sakit Umum Daerahj (RSUD) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), dr H Andi Abdurrahman Noor telah mengirim dua orang tenaga kesehatan untuk mengikuti pelatihan Hemodialisa sebagai salah satu langkah peningkatan sistem pelayanan kepada masyarakat.

“Pelatihanya berlangsung di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito Yogyakarta, selama empat bulan,” sebut Direktur RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, drg. Harry Darmawan melalui Kasi Diklat dan Penyuluhan, Rusdiansyah, SH, Selasa (30/8) di Sepunggur, Batulicin.


Dua orang tenaga kesehatan yang diberangkatkan tersebut antara lain satu orang dokter umum dan satu orang tenaga perawat. Untuk dokter umum yang diberangkatkan pelatihan atas nama dr. Hamidi sedangkan tenaga perawat atas nama Dedy Irawan.


Pada bulan berikutnya, sebut Rusdiansyah, pemerintah daerah juga akan memberangkatkan dokter spesialis penyakit dalam untuk mengikuti pelatihan yang sama.


Diberangkatkannya tenaga medis untuk mengikuti pelatihan tersebut menyusul  adanya rencana pembangunan penambahan unit layanan cuci darah di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor.


“Kedepan akan ada layanan cuci darah di RSUD. Untuk itu diperlukan tenaga ahli,” sebut Rusdiansyah


Ia menambahkan, untuk bangunan layanan unit cuci darah di RSUD bangunannya masih dalam proses lelang. Harapanya tahun depan bangunan tersebut sudah ada dan bisa di fungsikan.


Secara terpisah,  Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming mengatakan pelatihan peningkatan sumberdaya manusia khususnya bidang tenaga kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di "Bumi Bersujud".


Pemerintah Kabupaten Tanbu, sebut Bupati, akan terus berkomitmen untuk memperbaiki layanan kesehatan, mengingat pentingnya kebutuhan masyarakat di bidang tersebut.
 

“Karena pelayanan kesehatan ini menjadi perhatian serius kepemimpinan saya sejak awal menjadi bupati,” Sebut Mardani H Maming seraya mengatakan pelayanan bidang pendidikan dan kesehatan juga menjadi program prioritas Kabupaten Tanbu.


Sekedar diketahui, pelatihan Hemodialisa adalah jenis pelatihan yang ditujukan kepada para ahli bidang kesehatan, dokter, perawat dan juga bidan. Hemodialisa sendiri merupakan sebuah proses pembersihan darah atau pencucian darah.


Teknik Hemodialisis akan digunakan untuk menangani pasien yang mengalami tahap akhir gagal ginjal atau seorang pasien yang mengidap penyakit akut pada ginjalnya sehingga memerlukan dialysis waktu singkat. (rel/wtol)

Radio Swara Bersujud Sabet Penghargaan KPID Award



Banjarmasin - Radio Swara Bersujud berhasil menyabet penghargaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan Awards IV 2016  kategori pemberdayaan perempuan. Penghargaan diserahkan pada Jumat, 2 September 2016 di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin.

KPID Kalsel Awards merupakan ajang pemberian anugerah atau penghargaan kepada insan dan pelaku penyiaran atas produksi program siaran yang edukatif, sehat, dan sekaligus menghibur masyarakat. Pada event kali ini terdapat 11 kategori yang terdiri dari 8 kategori untuk lembaga penyiaran publik dan swasta baik televisi maupun radio lokal. Tiga kategori lainnya untuk lembaga penyiaran berjaringan.

8 kategori tersebut antara lain, program berita atau news, talk show, hiburan, pemberdayaan perempuan, anak dan remaja, features, hiburan seni tradisional, dan pembawa acara atau presenter.

Selain memenangkan satu kategori di program pemberdayaan perempuan, Radio Swara Bersujud berhasil masuk nominasi dalam tiga kategori yakni, program anak dan remaja, hiburan seni tradisional, dan program hiburan.

Malam penganugerahan KPID Awards dihadiri oleh Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah, Ketua KPID Kalsel, Milyani, dan seluruh insan televisi dan radio di Kalsel.

Ketua KPID Kalsel, Milyani, mengatakan event ini merupakan agenda rutin dari KPI pusat dan daerah dalam mengimplementasi salah satu program kerja sebagai wakil publik yang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas siaran.

Menurut dia, lembaga penyiaran harus memiliki lembaga sensor internal dan juga harus meningkatkan kualitas SDM, sehingga siaran yang disampaikan kepada masyarakat sudah terseleksi dengan baik dan lebih bermutu.

Wakil Direktur Radio Swara Bersujud, Gilang Akhmad, dalam testimoninya saat menerima piala anugerah KPID mengatakan penghargaan ini didedikasikan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu yang menjadi pendengar setia Radio Swara Bersujud di frekuensi 89.8 FM. Ia juga berterimakasih kepada kru Radio Swara Bersujud yang telah bekerja keras sehingga mampu meraih penghargaan tersebut.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming, Wakil Bupati, H. Sudian Noor, seluruh anggota DPRD Tanah Bumbu, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu.

Manajemen Radio Swara Bersujud juga berterima kasih kepada KPID Kalsel yang telah menggelar event ini, khususnya kepada dewan juri yg terdiri dari berbagai unsur dan praktisi yang telah memberikan kepercayaan kepada RSB untuk mendapat salah satu penghargaan dan masuk dalam tiga nominasi program yang dilombakan.

Gilang berjanji Radio Swara Bersujud akan terus berupaya untuk mendukung terwujudnya siaran yang berkualitas demi generasi banua yang sejalan dengan tagline "Smart and More Information". (Qis/rsb/wtol)

Tanbu Identifikasi Potensi Dan Peluang Usaha Peternakan


BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) terus berupaya menggarap sektor peternakan untuk meningkatkan populasi ternak dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di “Bumi Bersujud”. Belum lama tadi, Distanpanak Tanbu melakukan identifikasi potensi peternakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih faktual tentang potensi pengembangan ternak di Kabupaten Tanah Bumbu. 

 “Saat ini identifikasi baru selesai di Kecamatan Batulicin, Kecamatan Simpang Empat, dan sebagian di Kecamatan Kuranji. Untuk Kecamatan lainnya akan segera menyusul” ujar Maryam Khusnul Kh, S.Pt salah satu tim pelaksana kegiatan pada Bidang Produksi dan Pengembangan Ternak Distanpanak Tanbu. Identifikasi potensi ternakjuga bertujuan untuk menciptakan peluang usaha baru pada sektor peternakan di Kabupaten Tanah Bumbu. Adapun hasil sementara dari identifikasi potensi tersebut, untuk peternakan perlu di kembangkan, mengingat lahan yang tersedia untuk pengembangan sektor peternakan masih sangat luas dan sangat menjanjikan. 

Untuk pengembangan sapi potong, kerbau dan kambing misalnya, hijauan pakan ternak masih sangat melimpah. Banyak lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk menanam rumput unggul. Apalagi bila kegiatan usaha peternakan sapi yang diintegrasikan dengan perkebunan kelapa sawit sudah diterapkan secara optimal maka tidak menutup kemungkinan Tanah Bumbu memiliki puluhan ribu ekor sapi. 

Disisi lain, sektor peternakan yang perlu dikembangkan dan dapat menjadi peluang usaha baru yakni peternakan kelinci. Dimana saat ini, di Tanbu untuk peternakan kelinci masih pada skala rumah tangga atau hanya sekedar hobi saja. “Padahal di daerah lain daging kelinci dijadikan sate dan menjadi menu favorit karena dagingnya yang lembut dan rendah kolesterol,” ujar Maryam. Begitu juga dengan peternakan unggas seperti ternak ayam dan telur perlu dikembangkan mengingat prospek pasarnya cukup bagus.

 Menurut Maryam, meskipun hasil identifikasi yang dilakukan masih merupakan hasil sementara, tetapi trennya tidak akan jauh dari perkiraan. “Bila sudah terkumpul semua data identifikasi ini, nanti akan kelihatan angkanya berapa besar hasil peternakan di tempat kita. Dan kita juga dapat mengetahui peluang usaha peternakan apa yang perlu dikembangkan di Tanah Bumbu nantinya,” ujarnya. 

Disisi lain, Maryam menambahkan, usaha sektor peternakan juga erat kaitannya untuk mensukseskan usaha dibidang pertanian dan perkebunan. Dimana telah ketahui limbah peternakan baik cair maupun padat merupakan pupuk organik yang sangat baik. Namun, masyarakat maupun pengusaha perkebunan sawit, belum merespon dengan baik terhadap sistem peternakan yang terintegrasi dengan perkebunan maupun tanaman pangan. 

Sementara itu, Kepala Distanpanak Tanbu, Abdul Karim mengharapkan agar masyarakat dapat menangkap peluang usaha pada sektor peternakan tersebut. Disisi lain, Abdul Karim juga mengatakan dengan data identifikasi potensi peternakan tersebut diharapkan dapat memicu semangat jajaran Distanpanak Tanbu sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah melalui sektor peternakan dan perkebunan di Bumi Bersujud. (rel/wtol)

Peletakan Batu Pertama LP Tanah Bumbu

 
PRODUKSI : PT. WARTATANBU TERA VISUAL | TENTANG KAMI | PEDOMAN MEDIA SIBER
Copyright © 2011. I Berita daerah I Faktual, Aktual dan Berimbang
Portal berita I www.wartatanbu.com ILiputan Aktual Seputar Kab.Tanah Bumbu
KALIMANTAN SELATAN - INDONESIA