BATULICIN – PT Borneo Indobara melaksanakan Launching penggunaan equipment listrik sebagai tonggak transisi energi perusahaan.
Seremonial peresmian berlangsung di Fire Ground Kusan PT Borneo Indobara, Senin (9/2/26).
Deklarasi transformasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa PT Golden Energy Mines dan PT BIB berdiri kokoh, relevan, dan berkelanjutan dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat dan semakin kompleks.
Chief Executive Officer (CEO) PT Borneo Indobara, Bonifasius Huang menyebut,langkah ini menjadi wujud nyata perusahaan dalam menjalankan Pertambangan Hijau Berkelanjutan, Menerangi Dunia atau “Sustainable Green Mining, Illuminating The World”.
Seperti diketahui, Second Nationally Determined Contribution (SNDC) telah menargetkan Net Zero pada tahun 2060 atau lebih cepat.
SNDC tidak hanya memuat ambisi lingkungan, tapi juga menyelaraskan pembangunan rendah karbon dengan RPJPN (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional), RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional).
Bonasius menegaskan,sebagai salah satu pelaku industri tambang batubara di Indonesia, PT BIB berada pada posisi yang sangat strategis sekaligus penuh tantangan.
“SNDC tidak melarang batubara, namun menempatkan sektor ini dalam kerangka transisi energi yang bertahap dan berkeadilan.Artinya, operational tambang harus menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan nilai tambah baru,” ungkapnya.
Menururnya, PT BIB memahami bahwa operasional berbasis BBM tidak lagi berkelanjutan,sehingga elektrifikasi operasional menjadi solusi paling relevan dan paling kredible yang dapat dilakukan saat ini.
Langkah PT BIB Ini merupakan kontribusi nyata dari sektor pertambangan batubara untuk mendukung target iklim nasional dan global.
Dari sisi perusahaan, transisi dari BBM ke listrik memberikan peluang efisiensi yang signifikan dimana elektrifikasi bukan hanya inovasi teknis tetapi fondasi baru bagi resiliensi bisnis di masa depan.
Di tingkat nasional, elektrifikasi turut meningkatkan permintaan listrik domestik,mendorong pengembangan pembangkit baru,menciptakan lapangan kerja pada sektor energi,
bahkan meningkatkan serapan batubara domestik antara 25 hingga 32 juta ton (42GAR) untuk suplai listrik nasional.
“Artinya, sektor pertambangan batubara khususnya GEMS dan PT BIB, bukan hanya menambang batubara, tetapi juga menjadi bagian strategis dari ketahanan energi Indonesia,” tambahnya.
Langkah elektrifikasi PT BIB sepenuhnya sejalan dengan strategi nasional, di antaranya PP 33/2023 terkait efisiensi energi, Perpres 112/2022 terkait percepatan EBT Just Transition Framework guna memastikan transformasi energi tidak menyebabkan gejolak sosial ekonomi.
“Sebagai perusahaan pertambangan, PT BIB memilih untuk tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi memimpinnya. Kami memiliki ambisi yang jelas: mengurangi jejak karbon secara signifikan dan mencapai operasi pertambangan yang netral karbon,”tegasnya.
Dirinya yakin bahwa elektrifikasi adalah pintu menuju masa depan bukan sekedar teknologi,tetapi lompatan besar menuju cara baru menambang: lebih bersih, lebih cerdas, dan lebih bertanggung jawab.
Karena itulah, pihaknya telah menyiapkan roadmap Net Zero Mining Operation tahun 2031, sebuah komitmen nyata kesiapan PT BIB menjadi penambang generasi baru penambang yang bukan hanya menggali sumber daya bumi, tetapi juga menjaga dan melindunginya.
“Artinya, apa yang kita lakukan bukan sekedar inovasi perusahaan, tetapi bagian dari perjalan besar bangsa menuju pembangunan rendah karbon,”imbuhnya.
Elektrifikasi akan menjadi fondasi tiga pilar utama transformasi Golden Energy Mines dan PT BIB yakni Operasional menjadi lebih stabil, biaya lebih terkendali, risiko energi lebih rendah, dan Sustainability terjaga.
“Kita ingin meninggalkan masa depan yang lebih baik,bagi keluarga kita, masyarakat sekitar,bangsa Indonesia, dan bagi bumi yang kita tempati bersama,” pungkasnya.
Seperti diketahui, PT Borneo Indobara merupakan inisiator dalam penerapan alat berat listrik (electric heavy equipment) untuk pertambangan batubara di Indonesia, yang dikenal melalui proyek Sustainable Green Mining.
Inisiatif ini menandai pergeseran dari truk diesel konvensional ke teknologi elektrifikasi untuk mengurangi emisi karbon.
Terkait pionir alat berat elektrik PT BIB telah berkolaborasi dengan mitra seperti PT PPA (Putra Perkasa Abadi), AMM, dan SANY untuk mengoperasikan electric vehicle(EV) dan alat berat elektrik.
Alat berat yang digunakan meliputi truk dan alat berat lainnya yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi gas buang. Teknologi Mitra: Selain SANY, XCMG juga mendukung transformasi hijau di PT BIB dengan teknologi alat berat elektrik terbarunya.
Selain penggunaan alat berat listrik, PT BIB juga telah menerapkan energi surya on-grid di area operasionalnya sebagai bagian dari komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance).
(*)














