TANAH BUMBU – PT. Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM) bersama BPJS Ketenegakerjaan melakukan penandatangan MoU perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi siswa magang.
Kesepakatan itu ditandatangani PT. Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM) bersama delapan sekolah di Gedung SMKN 1 Simpang Empat, Tanah Bumbu, Kamis (11/06/26).
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan para siswa memperoleh perlindungan selama menjalani proses pembelajaran di dunia kerja.
Direktur PT. Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM), Anang Yusanto, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memberikan lingkungan kerja yang aman dan terlindungi bagi seluruh peserta magang yang ditempatkan di perusahaan.
Menurutnya, para siswa magang yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan memiliki potensi risiko kerja sehingga perlu mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sejak awal.
“Kami mewajibkan seluruh siswa magang yang melaksanakan praktik kerja di lingkungan PT. Kodeco Agrojaya Mandiri untuk terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, khususnya dalam Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM),” tegasnya.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur PT. Kodeco Agrojaya Mandiri (KAM), Anang Yusanto, bersama delapan kepala sekolah di wilayah Tanah Bumbu, yaitu SMKN 1 Simpang Empat, SMKN 1 Sungai Loban, SMKN 1 Kusan Hilir, SMKN 1 Kusan Hulu, SMKS Kodeco, SMKS Tunas Bangsa, SMKS Al Hidayah, dan SMKS DDI.
“Kami berharap para siswa dapat fokus mengembangkan kompetensi dan pengalaman kerja tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan perlindungan sosial,” tambahnya.
Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha untuk menciptakan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus terlindungi selama menjalani praktik kerja lapangan atau magang di lingkungan perusahaan.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batulicin, Vina Dwina Yuskin, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut bukan hanya sebatas seremoni, melainkan menjadi langkah strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang memahami pentingnya perlindungan kerja sejak dini.
Menurut Vina, pemberian perlindungan kepada siswa magang merupakan investasi jangka panjang dalam membangun budaya keselamatan kerja dan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi generasi muda.
“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT. Kodeco Agrojaya Mandiri yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata dalam melindungi siswa magang melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan,”ungkap Vina.
Komitmen ini menunjukkan bahwa perlindungan tenaga kerja bukan hanya diberikan kepada pekerja tetap, tetapi juga kepada para siswa yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Vina juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh sekolah yang telah berpartisipasi dan mendukung implementasi program tersebut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh sekolah yang telah mendukung implementasi program ini sehingga para siswa dapat memperoleh pengalaman kerja yang tidak hanya meningkatkan kompetensi dan keterampilan, tetapi juga mendapatkan perlindungan atas risiko-risiko yang mungkin terjadi selama menjalani masa magang,” imbuhnya.
Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha seperti ini menjadi contoh kolaborasi yang sangat baik dalam mempersiapkan tenaga kerja masa depan yang unggul, profesional, dan terlindungi.
Lebih lanjut, Vina berharap langkah yang dilakukan PT. KAM bersama delapan sekolah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan dan institusi pendidikan lainnya di Kabupaten Tanah Bumbu untuk turut memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada siswa magang.
Melalui kerja sama ini, para siswa magang yang ditempatkan di lingkungan PT. Kodeco Agrojaya Mandiri akan memperoleh perlindungan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan kegiatan praktik kerja.
Dengan adanya perlindungan tersebut, siswa dapat menjalani proses pembelajaran di dunia industri dengan lebih aman dan nyaman.
Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen seluruh pihak dalam mendukung terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang aman, produktif, dan berkelanjutan, serta memastikan generasi muda Indonesia mendapatkan perlindungan sejak memasuki dunia kerja.
(Rel/wtol).













