BATULICIN – Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya mengakui, adanya rumor kenaikan BBM per 1 April 2026 telah menimbulkan kepanikan ditengah masyarakat.
Dampaknya,terjadi antrean panjang hingga dugaan kelangkaan BBM sempat di sejumlah SPBU.
Untuk itu ia mengajak, masyarakat tidak terpanging dengan isi tersebut yang bisa berdampak pada antrian pengisian di SPBU.
Ia juga meminta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pengawasan ketat guna mencegah praktik penimbunan BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
“Distribusi harus dijaga tetap normal, dan informasi yang jelas perlu disampaikan ke masyarakat agar tidak terjadi kepanikan,”terangnya.
Adanya isu di masyarakat bahwa per 1 April 2026 akan ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, hal ini memicu kepanikan sehingga terjadi antrean panjang di SPBU Pertamina.
“Ini berpotensi terjadi penimbunan di sejumlah pangkalan,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Andi Asdar mengakui telah turun langsung ke beberapa SPBU pada malam hari untuk memastikan hal itu.
Bahkan dirinya mengapami sendiri saat akan mengisi BBM jenis Pertalite, namun ternyata hampir semua SPBU tutup.
“Penjual eceran pun tidak ada yang mau menjual BBM. Ini menunjukkan situasi di lapangan memang sudah mulai terdampak kepanikan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi resmi dari pemerintah pusat, isu kenaikan BBM tersebut tidak benar.
Pasca merebaknya info kenaikan BBM pemerintah pusat melalui Mensesneg, Kementerian ESDM, serta pimpinan DPR memastikan tidak ada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi.
“Kalau semua menimbun, yang dirugikan masyarakat sendiri. Karena itu saya mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, karena justru bisa mengganggu distribusi dan memperpanjang antrean di SPBU,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi serupa juga berpotensi berdampak pada jenis BBM lainnya.
“Begitupun dengan solar dan dexalite, tentu ini bisa merugikan pengusaha kecil yang memanfaatkan jenis BBM tersebut,”tutupnya.













