BATULICIN – Rapat kerja Komisi I DPRD Tanah Bumbu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Boby Rahman, berlangsung Senin (19/1/26) dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Dwi Teguh Efendi, beserta jajaran.
Dalam rapat tersebut Komisi I DPRD menyoroti masih adanya ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan serta persoalan kesejahteraan guru.
Disebutkan pula,saat ini masih ada sekolah dengan kondisi bangunan tidak layak, baik keterbatasan meja dan kursi siswa. Selain itu keterlambatan pembayaran gaji guru honorer yang dinilai berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di sekolah.
Menanggapi persoalan itu, Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Boby Rahman, meminta Dinas Pendidikan menyusun perencanaan pembangunan pendidikan secara terukur dan berbasis skala prioritas agar anggaran dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.
Senada dengan itu,agggota Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Sarniah, menekankan pentingnya perencanaan pengadaan sarana pendidikan dengan pembangunan ruang kelas baru agar seluruh siswa terfasilitasi dengan baik.
Sekretaris Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, Dwi Teguh Efendi, menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran masih menjadi kendala utama.
Ia menyebutkan bahww 60 persen anggaran pendidikan terserap untuk belanja rutin pegawai.
“Terkait guru di sekolah yang berstatus transisi dari swasta ke negeri, Dinas Pendidikan mengusulkan solusi administratif agar penggajian tetap berjalan sembari menunggu penyesuaian status kelembagaan,”ungkapnya dikutip Lugasnusantara.com.
Rapat kerja DPRD juga menyoroti ketimpangan fasilitas pendidikan antar wilayah serta persoalan banjir yang kerap merendam SDN 3 Batulicin di Jalan Manggis Batulicin.(*)














