TANAH BUMBU – PT Borneo Indobara (BIB) melalui program CSR menggelar pelatihan pembuatan bibit jamur di Desa Sidorejo, Kecamatan Satui Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 16 Juni 2026 ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Ring 1 perusahaan.
Pimpinan CSR PT Borneo Indobara, Triandi Subagyo, menyampaikan bahwa program pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok usaha produktif di desa binaan.
Budidaya jamur merupakan salah satu sektor ekonomi riil yang memiliki peluang cukup baik untuk dikembangkan masyarakat.
“Melalui pelatihan pembuatan bibit jamur ini, kami ingin meningkatkan kemampuan kelompok binaan agar lebih mandiri dalam proses produksi, mampu menekan biaya operasional, dan pada akhirnya meningkatkan keuntungan usaha yang mereka jalankan,”terangnya.
Ia berharap program ini dapat memperkuat keberlanjutan usaha budidaya jamur sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Tri menambahkan, penguatan keterampilan teknis seperti pembuatan bibit menjadi langkah penting dalam membangun rantai usaha yang lebih kuat dan berdaya saing, sehingga kelompok budidaya jamur dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Kegiatan ini mendapatian apresiasi salah satu peserta dari Desa Banjarsari, Ibu Tata, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru yang dapat diterapkan langsung dalam usaha budidaya jamur yang sedang dijalankan.
“Selama ini kami membeli bibit dari luar sehingga biaya produksi cukup besar. Dari pelatihan ini kami jadi memahami proses pembuatan bibit dan faktor-faktor yang memengaruhi kualitasnya,”ungkapnya.
Dirinya berharap ilmu yang diberikan dapat kami praktikkan sehingga ke depan biaya produksi bisa lebih hemat dan usaha budidaya jamur yang kami jalankan semakin berkembang.
Kegiatan ini diikuti 27 orang yang terdiiri dari kelompok budidaya jamur binaan CSR PT BIB yang berasal dari Desa Jombang, Sumber Makmur, Banjarsari, Sidorejo, dan Mekar Mulya.
Pelatihan ini merupakan salah satu upaya penguatan kapasitas kelompok budidaya jamur yang selama ini telah mendapatkan pendampingan dari CSR PT Borneo Indobara.
Program tersebut dirancang untuk menjawab salah satu tantangan utama yang dihadapi para pembudidaya, yaitu ketergantungan terhadap pasokan bibit jamur dari luar daerah yang berdampak pada tingginya biaya produksi baglog.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan teknis untuk memproduksi bibit jamur secara mandiri sehingga diharapkan mampu menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperbesar margin keuntungan yang diperoleh kelompok budidaya jamur.
Sebelum pelaksanaan pelatihan, pada 15 Juni 2026, trainer bersama tim CSR PT Borneo Indobara melakukan kunjungan lapangan ke lima desa binaan yang mengembangkan budidaya jamur, yaitu Desa Jombang, Sumber Makmur, Banjarsari, Sidorejo, dan Mekar Mulya.
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi kumbung jamur, proses budidaya yang sedang berjalan, serta mendengarkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh kelompok masyarakat dalam mengembangkan usaha jamur mereka.
Dalam kegiatan tersebut, trainer berdialog langsung dengan para pembudidaya untuk menggali informasi terkait proses produksi, kualitas baglog, manajemen kumbung, produktivitas panen, hingga kendala teknis yang sering dihadapi di lapangan.
Hasil observasi dan diskusi tersebut kemudian menjadi dasar dalam penyusunan materi pelatihan sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.
Dalam pelatihan ini, narasumber Wawan Gutama, seorang praktisi sekaligus pelaku usaha budidaya jamur dari Bogor yang telah berpengalaman dalam pengembangan bibit dan produksi jamur konsumsi.
Dalam pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai tahapan pembuatan bibit jamur, teknik sterilisasi, pengelolaan media tanam, standar kebersihan produksi, hingga strategi menjaga kualitas bibit agar mampu menghasilkan baglog yang produktif.
Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan bibit jamur sehingga dapat memahami proses secara menyeluruh dan menerapkannya pada usaha budidaya yang sedang mereka jalankan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar kelompok budidaya jamur dari berbagai desa. Melalui pertukaran pengalaman tersebut, peserta memperoleh wawasan baru mengenai strategi pengelolaan usaha yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Trainer pelatihan, Wawan Gutama, menyampaikan bahwa potensi pengembangan usaha jamur di desa-desa binaan CSR PT Borneo Indobara cukup besar apabila didukung dengan peningkatan kapasitas teknis dan pengelolaan usaha yang baik.
“Saat melakukan kunjungan lapangan, saya melihat semangat masyarakat sangat baik. Beberapa kelompok sudah memiliki fasilitas budidaya yang cukup berkembang dan tinggal diperkuat dari sisi teknis produksi.
Kemampuan membuat bibit sendiri akan menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi usaha, menjaga kualitas produksi, dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” ujar Wawan.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan usaha budidaya jamur tidak hanya ditentukan oleh proses panen, tetapi juga oleh kualitas bibit yang menjadi fondasi utama dalam seluruh rantai produksi.
Melalui pelatihan pembuatan bibit jamur ini, CSR PT Borneo Indobara berharap kelompok-kelompok budidaya jamur binaan dapat semakin mandiri dalam menjalankan usahanya, mulai dari proses produksi hingga pengembangan usaha ke depan.
Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong terciptanya usaha produktif yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa binaan.
Dengan peningkatan kapasitas yang berkelanjutan, budidaya jamur diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan yang berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Ring 1 PT Borneo Indobara.
(Rel/wtol).













