TANAH BUMBU – Memasuki musim kemarau panjang yang disertai angin tenggara, PT Borneo Indobara (BIB) terus mengintensifkan upaya pengendalian debu di kawasan Pelabuhan Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Langkah ini dilakukan guna menekan potensi debu yang terbawa angin ke permukiman warga sekaligus menjaga kualitas lingkungan sekitar.
Dalam melancarkan tindakan preventif, PT BIB menjalin kerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika(BMKG) untuk memperoleh informasi prakiraan cuaca sertaperubahan musim yang cepat dan akurat.
Coal Chain Coordinator & CPP Operation Dept Head PT BIB, Hari Gemilaksono, menjelaskan bahwa perusahaan telahmenyiapkan serangkaian strategi, baik jangka pendek maupunrencana jangka panjang.
Untuk penanganan jangka pendek, PT BIB memperkuat infrastruktur penyiraman di area pelabuhan dengan menambah dua unit pompa spraying serta jalur pipa induk baru untuk meningkatkantekanan dan distribusi air di area crushing plant, stockpile, BLC, dan titik operasional lainnya.
Dengan mengoptimalkan di 80 titik dust suppression di area hopper, conveyor, crushing plant, hingga BLC guna menekandebu beterbangan.
Perusahaan juga mengerahkan tiga unit water truck berkapasitas 20.000 liter untuk melakukan penyiraman jalan operasional secara estafet sepanjang shift.
Meningkatkan konsumsi debit air operasional dari 130 mᶟ per Jam pada kondisi normal menjadi 170–200 mᶟ per jam.
Bantuan untuk warga sekitar PT BIB menyediakan water truck khusus untuk menyiram jalan di permukiman warga Desa Mekarjaya.
Sebagai langkah berkelanjutan, PT BIB telah menyiapkan pasokan air dari kolam tambang di KM 9,2 dengan cadangan mencapai 665.826 mᶟ guna menjaga keberlanjutan sistem pengendalian debu selama kemarau panjang.
Selain itu, program penghijauan di sekitar wilayah operasional juga terus berjalansecara bertahap.
Upaya tanggap tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa Mekarjaya, Yono. Menurutnya, langkah antisipatif yang dilakukan perusahaan sangat membantu warga dalam menghadapi kemarau ekstrem tahun ini.
“Kemarau tahun ini tak bisa kita pungkiri memang cukupekstrem dengan angin tenggara. Tapi sebelum itu, ternyata BIB sudah punya rencana penanganan. Kondisi sekarang semua sisisudah bergerak, ini menjadi atensi dan langkah-langkah yang sudah dilakukan untuk pengurangan debu karena kemarau yang panjang. Hilang memang tidak mungkin, tapi sumbangsih dariPT BIB sudah sangat membantu,” ujar Yono.

Sementara itu, ER & Sustainability Development Dept Head PT BIB, R. Lington, menegaskan komitmen perusahaan untuk terusmengevaluasi dan menyempurnakan penanganan lingkungan.
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami menjalankan operasional yang ramah lingkungan dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar,”imbuhnya.
Terkait isu lingkungan, BIB berupaya untuk komitmen terhadap aturan terkait lingkungan, semua tenaga kerja telah mengikuti sertifikasi jabatan sebagaimana mengikuti aturan dalam rangka Good Mining Pratice.
Lebih jauh dikatakan, PT BIB bersama Pemerintah daerah terus menguatkan komitmen bersama, salah satunya BIB telah berkontribusi maksimal untuk Tanah Bumbu melalui Dana Bagi Hasil (DBH).
“Kami berupaya bagaimana agar perusahaan berjalan dengan lancar sehingga kesempatan kerja utk masyarakat bisa berlanjut dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga terjaga,” tutupnya.
(Rel).













