Daerah  

Kades Mekar Jaya Apresiasi Langkah Cepat PT BIB Tangani Dampak Debu Batubara

BATULICIN  – PT Borneo Indobara (BIB) terus meningkatkan upaya pengendalian debu di area pelabuhan dan sekitarnya khususnya bagi warga terdampak.

Salah satu desa yang berada dikawasan perusahaan yakni desa Mekar Jaya Kecamatan Angsana.

Seperti diketahui, memasuki musim kemarau panjang yang disertai angin tenggara memicu terjadinya penyebaran debu batu bara dari sejumlah perusahaan yang beroperasional dikawasan tersebut.

Kepala Desa Mekar Jaya, Yono, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan PT Borneio Indobara, khususnya saat musim kemarau panjang dan angin tenggara yang membawa debu ke kawasan permukiman.

Menurutnya perusahaan tidak hanya telah  memberikan kontribusi terhadap perekonomian desa, perusahaan juga menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.

“Kami pemerintah desa melihat upaya cepat dari perusahaan, seperti pemanfaatan sumber air dan pemasangan pipa untuk menekan debu. Respons ini sangat positif,” ujarnya.

Yono menambahkan bahwa di kawasan tersebut memang terdapat beberapa perusahaan lain yang juga melakukan langkah pengendalian debu dan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Namun, menurutnya, PT BIB menunjukkan respons yang cepat melalui berbagai upaya nyata untuk mengurangi dampak debu terhadap masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada perusahaan karena telah melakukan upaya maksimal dalam penanganan debu ini,”imbuhnya.

Seperti diwartakan, untuk penanganan debu PT BIB telah melakukan langkah cepat berupa pemberian cairan pembersih lantai bagi 1.026 penerima manfaat. PT BiB juga telah membatu 1 unit WT untuk penyiraman di area jalan dan pemukiman masyarakat.

Sementara itu, Departemen External Relation PT BIB, R. Lington, Minggu (2/8/26) mengatakan, perusahaan telah menyiapkan langkah tanggap darurat untuk meminimalkan dampak debu akibat cuaca ekstrem.

Sebagai langkah cepat, PT BIB menggandeng Pemerintah Desa Mekar Jaya dalam forum diskusi untuk menyusun strategi kolaboratif menghadapi dampak fenomena alam tersebut.

Menurutnya, meskipun sistem pengendalian debu di area pelabuhan telah berjalan, kondisi musim kemarau dan arah angin mengharuskan adanya penguatan berbagai upaya pengendalian.

“Kami sudah melakukan pertemuan dengan bapak kepala desa dan ketua-ketua dusun untuk berdiskusi dan berkolaborasi. Kami sepakat menghadapi fenomena alam ini bersama, dan kami memiliki langkah tanggap darurat,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka pendek, PT BIB menambah dua unit pompa spraying dan tambahan jalur pipa induk untuk meningkatkan tekanan dan distribusi air di seluruh area operasional pelabuhan, meliputi crushing plant, stockpile, BLC, dan area operasional lainnya. Selain itu.

Foto : Pertemuan pihak perusahaan dengan Kades dan 4 orang Kadus Desa Mekarjaya terkait usulan perwakilan dari masyarakat selama kemarau dan angin tenggara.

PT BIB mengoptimalkan sistem pengendalian debu melalui 80 titik dust suppression yang tersebar di area hopper, conveyor, crushing plant, stockpile, hingga BLC. Sistem tersebut berfungsi menekan debu agar tidak beterbangan sehingga kualitas udara di area operasional tetap terjaga.

Perusahaan juga mengerahkan tiga unit water truck berkapasitas 20.000 liter. Masing-masing unit melakukan tujuh kali penyiraman pada setiap shift untuk menjaga kelembapan jalan operasional dan menekan debu.

Menanggapi kebutuhan masyarakat, PT BIB juga menyediakan water truck untuk melakukan penyiraman jalan di lingkungan Desa Mekar Jaya guna membantu mengurangi debu yang masuk ke kawasan permukiman.

Selain itu, perusahaan menyalurkan bantuan berupa masker, alat pel, dan cairan pembersih lantai kepada 1.026 penerima manfaat secara gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat selama musim kemarau.

Sebagai langkah jangka panjang, PT BIB menyiapkan tambahan pasokan air dari kolam tambang di KM 9,2 dengan cadangan air mencapai 6.600.000 meter kubik. Sumber air tersebut akan memperkuat keberlanjutan sistem pengendalian debu, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Selain itu, perusahaan juga telah merencanakan program penghijauan di sekitar wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak debu secara berkelanjutan.

(Rel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *