Daerah  

Atasi Dampak Debu Batu Bara PT BIB Tingkatkan Volume Penyiraman Area Pelabuhan

BATULICIN – Memasuki musim kemarau, PT Borneo Indobara terus meningkatkan berbagai upaya pengendalian debu sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kualitas lingkungan serta kenyamanan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sebagai langkah cepat perusahaan telah melakukan peningkatan kapasitas sistem penyiraman di area pelabuhan dan fasilitas operasional.

External Relation PT Borneo Indobara, R. Lington mengungkapkan,salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah debit air untuk penyiraman di area crushing plant, dari semula menggunakan satu jalur induk menjadi dua jalur induk.

“Langkah tersebut menunjukkan perubahan yang signifikan. Sistem pengendalian debu pada hopper, conveyor, stockpile, hingga BLC kini dapat beroperasi secara optimal sehingga debu yang sebelumnya berpotensi beterbangan dapat ditekan secara efektif,” ungkapnya, Sabtu (1/8/26).

Selain itu, PT Borneo Indobara juga menambahkan dua unit pompa spraying sehingga tekanan dan distribusi air menjadi lebih merata di seluruh area, meliputi crushing plant, stockpile, BLC, dan area operasional lainnya di pelabuhan.

Lebih ia jauh mengatakan, sebagai solusi jangka panjang, PT Borneo Indobara juga tengah menyiapkan penambahan sumber air baru yang berasal dari embung bekas kolam tambang di KM 9,2 dengan cadangan air lebih dari 6.600.000 kiloliter.

Infrastruktur ini dirancang sebagai solusi permanen untuk memastikan ketersediaan air bagi sistem pengendalian debu, khususnya dalam menghadapi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang.

“PT Borneo Indobara akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap seluruh upaya pengendalian debu sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab, menjaga kualitas lingkungan, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tambahnya.

Kolam B Volume 665,825 M3 di Void Eks Pit EST

Sebagai program jangka panjang pihak perusahaan telah menyelesiakan penambahan jalur pipa induk di dalam port untuk pemerataan debit dan tekanan air di area pelabuhan.

Menurut Lington, action plan yang dilakukan perusahaan telag disesuaikan dengan rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

(Al/wtol).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *