BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2026.
Diawali penabuhan gong oleh Bupati didampingi Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kemensos, Anto Roy, Sekda Tanah Bumbu, Yulian Herawati disaksikan para tamu undangan dan para orang tua dan siswa SR Terintegrasi Kabupaten Tanah Bumbu, Sabtu (15/8/26)
Bupati menyampaikan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas dan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.
Dikatakan, sekolah ini menjadi awal sebuah ikhtiar bersama dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Tanah Bumbu.

Bupati mengungkapkan, hadirnya sekolah ini juga menjawab impian dirinya jauh sebelum ia menjadi kepala daerah yakni hadirnya sebuah sekolah terintegrasi.
“Sebelum saya menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, saya memiliki cita-cita untuk membangun sekolah berasrama atau boarding school bagi anak-anak Tanah Bumbu,”ungkapnya.
Pogram Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto, cita-cita tersebut mendapatkan jalan untuk diwujudkan.
“Begitu program ini hadir, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu langsung bergerak. Kita urus, kita siapkan, kita kawal, dan kita perjuangkan bersama, dengan demikian, apa yang sebelumnya merupakan sebuah cita-cita untuk menghadirkan sekolah berasrama,” ucapnya.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu memiliki kawasan seluas 11,2 hektare yang berlokasi di Km 10 Jalan Kodeco, Kecamatan Simpang Empat.
Sekolah ini disebut menjadi salah satu kawasan Sekolah Rakyat terluas di Kalimantan Selatan maupun di Indonesia.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tanah Bumbu terdiridari 270 peserta didik dengan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), SMP, dan SMA.
(Al/wtol).













