Daerah  

Program Wira Usaha Tani PT Borneo Indobara Berdayakan Pensiunan Tenaga PPL

TANAH BUMBU – Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Borneo Indobara dalam bidang pertanian,perikanan dan peternakan melibatkan pensiunan Tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) lokal.

Perlibatan para tenaga PPL ini dalam program ini nantinya akan bertugas mendampingi perserta pelatihan wira usaha tani yang tersebar di 22 Desa 5 Kecamatan ring 1 perusahaan.

Deputi Deputi Chief Operating Officer (COO) PT Borneo Indobara, Riadi Simka Pinem, mengungkapkan, pihaknya juga akan melibatkan pensiunan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk membantu wirausaha tani ini.

Ia menilai,para pensiunan PPL ini sangat potensial, karena telah teruji berpengalaman dan memiliki keunggulan, keahlian teknis budidaya, serta jaringan yang kuat dengan petani dan instansi terkait.

“Mereka berpengalaman memecahkan masalah usaha tani maupun melakukan koordinasi dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian,”ungkap Riadi didampingi Andi Subayio Division Head CSR and Sustainability PT Borneo Indobara.

Seperti diketahui, program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pemberdayaan Masyarakat ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian masyarakat pascatambang. 

Menurutnya,program CSR ini dirancang untuk mempersiapkan masyarakat agar mandiri secara ekonomi setelah masa tambang selesai.

“Program ini difokuskan pada pelatihan dan pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di 22 desa Ring 1 wilayah konsesi PT BIB,”tambahnya.

Program ini juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional.

Dalam pelaksanaannya,program ini menargetkan pemanfaatan lahan tidur yang tersebar di wilayah desa yang luasnya mencapai sekitar 250 hingga 1.300 hektare untuk pertanian terpadu atau Integrated Farming System.

Pelaksanaan Program usaha pertanian pilar pendidikan ini, PT BIB telah menyalurkan 95 beasiswa dan pada tahun 2025 yang dilanjutkan pada tahun 2026.

Program pelatihan wira usaha tani ini juga terintegrasi dengan pengembangan infrastruktur, seperti pemanfaatan air bersih dari bekas kolam tambang untuk irigasi, serta didukung oleh mitra kontraktor hauling PT Borneo Indobara.

(Wtol).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *