TANAH BUMBU – PT Borneo Indobara (BIB) melaksanakan penanaman pohon di kawasan pelabuhan perusahaan. Salah satu lokasi penanaman yakni area stockpile pelabuhan.
Ribuan batang pohon yang ditanam terdiri berbagai jenis diantaranya pohon cemara laut yang tahan di area terbuka dan berangin.
Coal Chain Coordinator & CPP Operation Dept Head PT BIB, Hari Gumilaksono, menjelaskan, penanaman pohon di area stockpile ini merupakan langkah penting dalam program go greenperusahaan untuk mengurangi debu, menurunkan suhu panas, menahan erosi, dan menyerap emisi karbon demi menciptakan lingkungan industri yang ramah lingkungan.
“Program go green ini telah dicanangkan sejak tahun 2005. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat tantangan tersendiri, terutama karena kondisi area pantai yang harus mampu mengakomodasi beberapa kriteria sekaligus yaitu tanaman harus memiliki tingkat ketahanan hidup yang baik di lingkungan pantai,” terang Hari.
Pemilihan pohon cemara laut memiliki beberapa keunggulan, yaitu sesuai dengan habitat pantai, pertumbuhannya relatif cepat, dapat berfungsi sebagai pagar hijau (green barrier) untuk menahan dan mengurangi penyebaran debu ke area luar.
Hari menambahkan,program penghijauan ini merupakan rencana jangka panjang (long term plan). Bahkan sebelum isu debu batubara muncul, perusahaan telah mengantisipasi adanya komplain terkait regulasi yakni melakukan penhijauan di sekitar pelabuhan.
Ia mengatakan dalam menjalankan bisnis pertambangan, pihak menajemen telah memiliki kewaspadaan terhadap potensi permasalahan lingkungan atau udara yang akan timbul, salah satunya dengan melakukan penghijauan di lokasi port tambang.
Penghijauan di kawasan pelabuhan ini selain mampu mengurangi penyebaran debu berlebih ke area luar juga menyerap polutan dan karbon dioksida,
Diarea stockpile berfungsi menstabilkan struktur tanah sekitar, serta menciptakan lanskap lebih sejuk sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dari rencana awal penanaman sekitar 3.100 pohon, saat ini realisasi penanaman mencapai kurang lebih 30 persen. Hal ini disebabkan oleh proses penyesuaian di tahap awal yang masih bersifat trial and error.
“Khusus untuk jenis cemara laut, tingkat keberhasilan tumbuhnya dapat dipastikan lebih dari 90 persen,” terangnya.
Selain itu, upaya untuk menekan peyebaran debu yang dihasilakn oleh pertambangan ada rencana jangka pendek dan jangka panjang yang dilaksanakan .
Sebagai langkah jangka pendek, PT BIB menambah dua unit pompa spraying dan tambahan jalur pipa induk untuk meningkatkan tekanan dan distribusi air di seluruh area operasional pelabuhan, meliputi crushing plant, stockpile, BLC, dan area operasional lainnya.
PT BIB mengoptimalkan sistem pengendalian debu melalui 80 titik dust suppression yang tersebar di area hopper, conveyor, crushing plant, stockpile, hingga BLC. Sistem tersebut berfungsi menekan debu agar tidak beterbangan sehingga kualitas udara di area operasional tetap terjaga.
Perusahaan juga mengerahkan tiga unit water truck berkapasitas 20.000 liter khusus untuk di area Pelabuhan. Dan mekakukan penyiraman secara estafet sepanjang sfift untuk menjaga kelembapan jalan operasional dan menekan debu.
Menanggapi kebutuhan masyarakat, PT BIB juga menyediakan water truck untuk melakukan penyiraman jalan pemukiman warga desa mekar jaya.
Sebagai langkah jangka panjang, PT BIB menyiapkan tambahan pasokan air dari kolam tambang di KM 9,2 dengan cadangan air mencapai 665,826 meter kubik.
Sumber air tersebut akan memperkuat keberlanjutan sistem pengendalian debu, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.
Perusahaan juga telah merencanakan program penghijauan di sekitar wilayah operasional sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak debu secara berkelanjutan.
PT BIB juga menjalin kerjasama dengan BMKG untuk mendapatkan iformasi yang cepat dan akurat mengenai prakiraan cuaca dan perubahan musim agar perusahaan bisa menentukan tindakan preventif.
“Dengan implementasi langkah-langkah tersebut, diharapkan pengendalian debu di pelabuhan dapat dilakukan secara lebih optimal, berkelanjutan, dan mampu meminimalkan dampak terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar,” tutupnya.
Selain diarea pelabuhan, PT BIB melaksanakan penanaman pohon di wilayah operasional perusahaan sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan agar dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Perusahaan berharap penaman ini dapat memberikan manfaat dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat sebagai bagian pengembangan program yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang.
Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa yang selaras dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
(Rel)













